Musik Country (part II)

Kamis, 16 September 2010

Sebetulnya tidak ada alasan khusus mengapa saya menyukai jenis musik ini. Selain karena lirik yang inspirasinya sebagian besar diambil dari kehidupan sehari-hari sehingga terasa akrab di telinga ketika mendengarnya, musik ini juga seolah-olah merepresentasikan rakyat yang lekat akan kesederhanaan dan "tidak banyak tingkah". Dengan citra ceperti itu, tak heran jika musik ini sering kali disamakan dengan musik dangdut di Indonesia.

Oh ya, pertama kali saya mengenal musik ini mungkin sekitar tahun 2000-an. Memang agak telat sih, dan lagu yang pertama saya dengarkan adalah lagu "Landslide"-nya grup Dixie Chicks dari Album Kompilasi Grammy Nominees 2003 yang rata-rata bergenre Pop/Rock. Ketika pertama kali mendengar lagu ini kesannya biasa-biasa saja, namun lama-lama "kok enak juga ya?" pikir saya, suara instrumen dan suarannya sangat khas sekali sehingga membat lagu ini berbeda dari lagu-lagu lain yang ada pada Album tersebut. Namun saya baru benar-benar jatuh cinta pada genre musik ini mungkin sekitar beberapa bulan yang lalu, ketika itu saya melihat video Taylor Ware (kontestan America's Got Talent) yang mempertunjukkan kebolehannya ber-yodelling ria di acara tersebut. Untuk ukuran anak berusia 11 Tahun, kemampuan bernyanyi dan beryodelnya menurut saya sangat luar biasa ! saat itu dia menyanyikan lagu dengan lirik seperti ini : "well it's alright to be little bitty, a little hometown or a big old city...". Belakangan setelah dicari lirik tersebut di google, barulah diketahui bahwa lagu itu merupakan lagu Alan Jackson yang berjudul "Little Bitty", langsung saja saya cari MP3-nya untuk didownload, tadinya saya berharap menemukan versi Taylor Ware-nya namun ternyata tidak ditemukan setelah berkali-kali dicari. Nah, sejak peristiwa itulah saya mulai rajin mencari informasi tentang musik ini, baik penyanyi maupun judul lagunya. Beberapa bulan kemudian, puluhan lagu ini telah berada di playlist laptop ini, menunggu untuk diputar. Tak ketinggalan media seperti radio pun saya dengarkan untuk dapat mengetahui apa saja lagu-lagu terbaru yang muncul.

Dari sekian banyak lagu yang ada, saya menemukan beberapa musisi/lagu yang terdengar "unik" bila dikategorikan sebagai musik country, diantaranya adalah :

1. Grup Musik Sugarland
Menurut saya, keunikan dari grup satu ini ialah suara sang vokalis, Jennifer Nettles yang tidak seperti penyanyi county wanita pada umumnya. Suaranya tebal, cenderung bervibra dan sepertinya lebih cocok menyanyikan lagu-lagu berirama Pop maupun R n B. Namun karena digabungkan dengan irama dan lirik yang pas, kesan country tersebut masih bisa dirasakan pada lagu-lagu mereka.

2. Grup Musik Rascal Flatts
Sama seperti di atas, keunikan grup ini terletak pada vokalisnya. Jika biasanya penyanyi country pria memiliki suara berat yang terkesan "seksi", tidak demikian pada vokalis yang satu ini, suaranya terdengar sangat pop sekali, sampai-sampai saya tidak yakin apa grup musik ini mengusung aliran Country atau bukan. Tapi setelah mendengar musik-musiknya, grup ini memang menunjukkan dirinya sebagai grup Country kok, mungkin disinilah letak ragam keunikan dalam jenis musik ini.

3. Lagu Avenged Sevenfold-"Dear God"
Dari sekian banyak lagu bernuansa country, mungkin lagu inilah yang paling banyak digemari oleh para penikmat musik. Hal tersebut tak lain karena lagu ini dibawakan oleh grup band rock populer yang sangat digandrungi anak muda sekarang ini. Walau kental akan nuansa hardrock-nya, namun suara steel guitar pada beberapa bagian dalam lagu ini sudah cukup untuk membuat lagu ini menjadi Country Rock. Mungkin banyak grup musik rock lain yang sudah lebih dulu melakukan hal ini, namun menurut saya lagu ini sungguh perpaduan yang sangat unik dan kreatif !

4. Lagu Sheryl Crow-"Long Gone Lonesome Blues"
Selama ini sosok Sheryl Crow selalu identik dengan image Lady Rocker, di lagu ini dia mencoba mengeluarkan image lain sebagai seorang penyanyi country. Lagu recycle milik Hank Williams ini menjadi lebih "fresh" ketika dinyanyikan oleh Sheryl Crow, suara dan lekukan yodel pada bagian reff mungkin tak sesempurna penyanyi country lain, bahkan terkesan "asal" namun justru disitulah letak keindahannya, terasa seperti penggabungan antara genre blues dan country. Great !

Pada zaman dimana banyak bermunculan jenis musik baru seperti sekarang, mungkin agak aneh jika ada seorang remaja (hey, i'm still 20!) yang menyukai musik yang identik dengan orang tua ini, untuk menemukan teman yang sama-sama menyukai musik sejenis pun sepertinya agak sedikit sulit. Namun itu semua tidak menjadi masalah sekarang, banyak kok forum online yang membahas mengenai musik satu ini. Eh iya, bukan berarti dengan menulis postingan ini saya tidak mendengarkan jenis musik lain lho, saya masih tetap melahap segala jenis musik kok selagi terdengar enak di telinga, hanya mungkin lebih condong ke musik country saja karena terdengar unik dan terkesan lebih "merakyat".

Salah Jurusan ?

Jumat, 03 September 2010

Setiap manusia, siapapun itu pasti pernah melakukan “kesalahan” baik yang disengaja maupun tidak. Salah satu contohnya adalah kesalahan dalam hal memilih prodi ketika akan menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Masalah-masalah seperti ini terjadi diantaranya adalah karena adanya tekanan dari orang tua yang menghendaki anaknya kuliah di jurusan yang mereka anggap “memiliki masa depan cerah” seperti Kedokteran, Hukum, atau Teknik, ada pula alasan karena si anak tersebut pada awalnya yakin akan jurusan yang dipilihnya, namun seiring berjalannya waktu ternyata apa yang diharapkannya jauh dari kenyataan, seperti mata kuliah yang terlalu sulit lah, suasana belajar yang kurang kondusif lah, dan lain-lain sehingga pada akhirnya merasa seperti terjebak. Hal-hal diatas merupakan apa yang sedang saya alami sekarang, dan mungkin juga dialami oleh sebagian orang yang sedang ataupun telah menempuh studi sebagai mahasiswa. Jika sudah terjadi, rasanya untuk pergi ke kampus saja sudah sangat malas apalagi mempelajari mata kuliahnya, benar kan? Namun saya pun menyadari jika terus-terusan mengikuti ego, bukan untung yang akan didapat, malah jadi buntung. Berikut ini ada sedikit tips bagi yang tidak ingin salah memilih jurusan, maupun yang terlanjur salah memilih jurusan.


Bagi yang masih sekolah dan ingin berkuliah namun masih dibingungkan oleh prodi mana yang akan dipilih, berikut ada tips dari saya sebelum kamu menjadi “salah jurusan” :


1. Kenali Bakat dan Potensimu

Poin ini merupakan yang paling penting, semenjak kamu memasuki jenjang sekolah menengah, kenalilah betul apa yang menjadi bakat dan potensimu. Contohnya jika kamu menyukai bidang sains maka tekunilah betul-betul dan fokuskanlah dirimu pada bidang tersebut sehingga diharapkan hal tersebut akan menjadi bekal bagi kamu untuk memilih jurusan yang sesuai dengan bakat dan potensimu untuk kuliah nanti.


2. Jangan Terpaksa

Terkadang ada orang tua yang menginginkan anaknya untuk masuk fakultas kedokteran namun sang anak kurang berminat dan lebih memilih masuk ke jurusan seni rupa. Tujuan mereka semata-mata tak lain hanya agar kita dapat menjadi orang yang sukses. Tapi, apa daya jika prodi yang ditawarkan sama sekali tidak kita sukai? Jika sudah begini yang harus kita lakukan adalah meyakinkan mereka dengan sungguh-sungguh bahwa kita bisa menjadi apa yang mereka inginkan meskipun dengan cara yang berbeda. Namun kamu pun harus bertanggung jawab atas apa yang telah kaupilih, buatlah mereka bangga dengan keputusanmu yang ternyata dapat mengubah pandangan mereka selama ini.


3. Ikuti Kata Hati, Jangan Ikut-Ikutan !

Terkadang ketika masih sekolah kita cenderung mengikuti teman dalam beberapa hal, jika dia memilih A kamu ikut-ikutan memilih A. Untuk beberapa pertimbangan, hal tersebut masih bisa diterima, namun untuk urusan yang satu ini jangan sekali-kali deh, karena akibatnya akan sangat fatal jika tidak mengetahui konsekuensinya. Ikutilah kata hati, jangan hanya karena ingin selalu bersama kamu harus mengorbankan bakat dan potensimu, jika kalian memiliki kesamaan bidang yang diminati hal ini tidak akan menjadi masalah, namun jika tidak maka ini nanti akan menjadi masalah besar sehingga banyak pihak yang akan dirugikan, termasuk kamu dan orangtuamu sendiri.


4. Berdoa

Poin ini pun tak kalah penting, ketika kita dihadapkan pada suatu persoalan yang dilematis, berdoa meminta petunjuk-Nya merupakan pilihan yang sangat tepat, bagi yang beragama Islam mungkin bisa melakukan Shalat Istikharah agar dapat ditunjukkan jalan yang terbaik dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Karena jika kita berusaha tanpa berdoa sama saja bohong, begitu pun sebaliknya.


Jika sudah terlanjur salah jurusan, mungkin tips ini bisa sedikit membantu :


1. Pindah Jurusan

Pindah jurusan hanya disarankan bagi yang kamu belum terlalu “terlambat” menyadari bahwa kamu ternyata salah jurusan, misalnya semester I dan II dengan pertimbangan belum setengahnya menempuh pendidikan, sehingga jika lulus nanti waktunya tidak akan terlalu lama (paling lama 5 tahun). jika lewat dari itu apa boleh buat, terima saja kenyataan yang ada dan berusahalah untuk menyukai jurusan yang sebetulnya kamu tidak suka itu. Just enjoy it !


2. Gali Bakat “Cadangan”

Walaupun sudah berusaha untuk menyukainya namun tetap tidak membuahkan hasil, carilah hal-hal lain yang benar-benar disukai dan tidak terdapat di jurusan, contohnya kamu menyukai seni lukis, pelajari dan tekunilah berbagai macam teknik melukis tersebut. Jika perlu bertemanlah dengan mereka-mereka yang berkuliah di jurusan seni, paling tidak kamu juga sedikit demi sedikit dapat menyerap ilmu yang mereka kuasai, lalu kemudian ilmu tersebut dapat diterapkan pada lukisanmu sehingga pada akhirnya bisa menjadi modal cadangan kamu untuk menentukan masa depan setelah lulus nanti selain ilmu yang didapat dari jurusan sekarang.


3. You’re Not Alone, Look Around You !

Cobalah lihat teman-temanmu yang terlihat bersemangat dalam menjalani perkuliahan, apakah kamu yakin bahwa mereka semua benar-benar telah memilih jurusan sesuai dengan yang mereka inginkan ? mungkin ada yang menjawab tidak, beberapa dari mereka ternyata merasa salah jurusan namun tetap bertahan dan berjuang walaupun dirasa sulit. Nah, jadikanlah itu sebagai cambuk untukmu agar bisa menjadi seperti mereka, setidaknya bukan hanya kamu seorang yang merasa “terjebak” di jurusan yang salah, jika mereka bisa sesemangat itu, kenapa kita tidak?


4. Mengundurkan Diri

Jika cara-cara diatas sudah tidak mampu lagi mengatasi permasalahan yang ada, maka pilihan terakhir adalah mengundurkan diri menjadi mahasiswa alias keluar dari perguruan tinggi tempat kita menempuh pendidikan selama ini. setelah “drop-out”, mungkin kita bisa membuka usaha sendiri dari ilmu yang telah dipelajari ketika masih menjadi mahasiswa, atau langsung saja mencari pekerjaan yang sesuai minat dan bakat. Namun resiko memilih poin ini sangatlah tinggi, karena selain mengecewakan orang tua yang telah membiayai kita selama ini, jika setelah kita keluar masih tetap begitu-begitu saja dalam artian tidak lebih baik dari sebelum menjadi mahasiswa, jangan menyesal karena kamu sendiri yang telah memilih keputusan ini. maka dari itu pilihan ini saya tidak sarankan bagi yang memang dirasa masih bisa bertahan di jurusannya.


Bagaimana, apa cukup membantu ? Semoga saja tips ini dapat membantu mereka yang merasa pilihannya salah selama ini, karena saya sendiri pun masih kuliah dan terus belajar untuk “mencintai” jurusan yang sedang ditempuh sekarang, sambil mempraktekkan poin no 2 dan 3 (karena poin no 1 sudah terlambat), dan semoga saja poin no 4 tidak sampai menjadi pilihan. Yang terpenting sekarang ialah jalankan saja semua ini dengan ikhlas, karena kuliah hanyalah merupakan salah satu fase kehidupan yang harus kita jalani, masih banyak fase-fase lain yang harus kita hadapi di masa yang akan datang dan mungkin akan lebih sulit. Semoga saja “kesalahan” yang saya alami ini dapat dijadikan pelajaran berharga untuk membuat hidup ini menjadi lebih baik, Amin.




Shout Here !