Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Heboh Video Mesum

Kamis, 24 Juni 2010

Beberapa minggu belakangan ini, Indonesia dihebohkan dengan beredarnya video mesum "mirip" artis Ariel Peterpan, Luna Maya dan Cut Tary, saking hebohnya pemberitaan ini sampai-sampai menjadi trending topic di salah satu situs jejaring sosial, bahkan hingga masuk media internasional seperti New York Times dan CNN. Tak pelak, gara-gara kasus ini berbagai organisasi menggelar demonstrasi menentang aksi pornografi yang melibatkan ketiga artis tersebut, beberapa Kota di Indonesia pun akan mencekal mereka jika terbukti bersalah atas kasus video mesum tersebut karena dianggap meresahkan masyarakat, bahkan Presiden SBY pun sampai angkat bicara akan hal tersebut. Mungkin banyak orang bertanya-tanya mengapa seseorang seperti Walikota bahkan Presiden harus mengurusi hal-hal semacam itu, padahal diluar sana masih banyak hal-hal yang lebih penting seperti korupsi, kemiskinan, dan hal lainnya yang menyangkut kesejahteraan rakyat. Dalam hal ini saya rasa ada beberapa hal yang perlu digarisbawahi :

Yang pertama, karena mereka adalah seorang PUBLIC FIGURE yang seharusnya memberi contoh baik bagi para masyarakat yang mengiidolakan mereka, apalagi ketiganya tergolong artis "kelas satu" yang memiliki banyak penggemar. Memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, tetapi seharusnya mereka sadar bahwa kini mereka telah menjadi "milik publik" sehingga perilaku pun perlu dijaga agar mereka tetap menjadi "role model" yang baik bagi para penggemarnya.

Yang kedua, mengapa kasus ini sampai dikomentari orang-orang penting, di blow-up terus menerus oleh media serta penyelidiklan terkesan berbelit-belit? Sebetulnya hal ini tidak akan terjadi jika ketiga artis yang bersangkutan berkata jujur tentang kebenaran video tersebut. Entah itu mengakui atau menyangkal sehingga kebenaran pun akan jelas, bukannya memberi jawaban yang simpang siur sehingga menimbulkan kesan ambigu. Memang untuk berkata jujur ialah suatu hal yang sangat sulit dilakukan, apalagi jika kita telah melakukan suatu kesalahan besar. Tetapi dengan berkata jujur, niscaya semua masalah akan selesai dengan sendirinya, lihat saja Selebritis yang pernah tersandung kasus serupa seperti Edison Chen, Tiger Woods dan Anji Drive, mereka menggelar konferensi pers untuk meminta maaf serta berkata jujur terhadap apa yang telah menimpa mereka kepada seluruh masyarakat dan penggemarnya. Hasilnya? Case Closed!.

Sekarang kita tunggu saja kelanjutan dari kasus amoral ini, semoga saja kebenaran akan segera terungkap sehingga mereka tidak perlu lagi menghadapi sanksi moral dari masyarakat (yang sebetulnya) lebih berat. Tulisan ini tidak bermaksud membela/menyudutkan pihak tertentu, saya hanya ingin menyampaikan pendapat saja tentang kasus yang disebut-sebut sebagai "kasus teroris moral" ini. Semoga saja untuk kedepannya tidak ada lagi kasus-kasus serupa.

Open Minded?

Kamis, 27 Mei 2010

Di Era Globalisasi ini, sepertinya sudah banyak orang-orang yang mulai berpikir dan berpandangan “terbuka” atau istilah asingnya adalah Open Minded. Pengertian terbuka disini adalah lebih membuka diri dalam menerima budaya-budaya yang tergolong “baru” bagi diri mereka. Seseorang yang berpikiran terbuka biasanya cenderung memiliki pola pikir “western” alias kebarat-baratan, dimana mereka menganggap hal yang selama ini kita anggap tabu untuk dilakukan dan dibicarakan menjadi sesuatu yang wajar untuk dilakukan dan dibicarakan oleh mereka. Sedangkan bagi mereka yang memiliki pola pikir konservatif alias pola pemikiran kolot/kuno yang kebanyakan dianut Bangsa kita ini, pastilah hal tersebut dianggap sebagai sesuatu hal yang tidak bisa diterima.

Terkadang, orang yang mempunyai pola pikir terlalu “terbuka”,mereka seolah-olah mengaburkan batasan-batasan norma dan etika yang ada menjadi suatu hal yang wajar dilakukan. Misalnya saja ada yang disebut dengan gaya hidup Hedonis alias gaya hidup yang hanya mengejar kesenangan duniawi saja. Salah satu contohnya ialah melakukan “Kumpul Kebo”, atau hidup bersama tanpa adanya ikatan pernikahan (bisa juga dikatakan sebagai perilaku seks bebas). Menurut mereka, hal tersebut dianggap biasa saja karena itu sudah biasa dilakukan, tetapi menurut pandangan kita sebagai umat beragama dan bangsa yang terkenal akan adat ketimurannya jelas-jelas hal tersebut haram hukumnya, bahkan hal tersebut dapat dikatakan melanggar norma susila. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?

Sebetulnya, seiring berjalannya waktu hal-hal seperti ini pasti terjadi dan kita juga tidak bisa menutup mata akan hadirnya budaya “asing” di Negeri ini. yang terpenting disini adalah bagaimana cara kita menyikapi budaya-budaya baru tersebut? Saya rasa kuncinya ada pada diri kita sendiri, silahkan pilih mana yang baik dan buang yang buruk. Dalam setiap pilihan selalu akan ada resiko yang harus dihadapi dan kita pun harus siap untuk menanggung berbagai resiko tersebut. Ciptakanlah pola pikir “think globally, act locally” yaitu pemikiran boleh saja kebarat-baratan, tetapi tingkah laku harus tetap mengacu pada adat ketimuran, khususnya Indonesia. Jika ini dilakukan, kita akan menjadi individu dengan pemikiran terbuka yang norma dan etikanya tetap terjaga sehingga tidak perlu lagi merisaukan pengaruh buruk Westernisasi yang sedang terjadi. open minded, why not?

Fenomena Film 2012

Jumat, 20 November 2009

Setelah ditunggu-tunggu oleh banyak orang, akhirnya film yang mengangkat tema mengenai "kiamat" di muka bumi ini dirilis juga secara resmi pada 13 November 2009 di seluruh dunia. Ya, film berjudul 2012 karya sutradara Roland Emmerich ini sejak awal perilisannya memang bagaikan magnet yang dapat menarik banyak penonton untuk menyaksikan film tersebut, hingga pada akhirnya film ini menjadi kontroversi di Indonesia karena ada beberapa pihak yang berpendapat bahwa film tersebut dapat merusak aqidah dan moral kita sebagai umat beragama, Bahkan MUI Jawa Timur pun mengharamkan film tersebut karena dianggap bertentangan dengan ajaran agama Islam yang mana hari kiamat itu hanya Allah SWT yang mengetahui, bukan manusia.

Menurut pendapat saya, selagi kita memandang film tersebut hanya sebagai hiburan semata maka itu tidak akan merusak moral dan aqidah kita sebagai umat muslim karena kita percaya bahwa hari kiamat itu pasti akan datang, tetapi tidak ada seorangpun yang mengetahui, bahkan malaikat pun tidak mengetahuinya. Hanya Allah SWT lah yang maha mengetahui segalanya, termasuk hari kiamat. Jadi tidak usah terlalu diambil pusing lah, anggap saja film 2012 itu sebagai suatu cara untuk mengingatkan kita mengenai kebesaran Allah SWT dan agar kita lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Lagipula jika kamu telah menonton film ini, sebenarnya bukan kiamat yang terjadi di tahun 2012 melainkan suatu bencana mahadahsyat yang memusnahkan hampir seluruh manusia dan alam sekitarnya, diceritakan bahwa tokoh utama tersebut masih hidup beserta beberapa orang lainnya yang selamat(jika kiamat kan tidak ada satu makhluk pun yang masih bisa hidup).

Mengenai fatwa haram dari MUI Jawa Timur tersebut saya mempunyai pandangan tersendiri :
Yang pertama, mungkin yang jadi masalah utama diharamkannya film ini ialah judulnya yaitu "2012" nah mungkin gara-gara angka itulah yang dianggap dapat menyesatkan umat manusia akan datangnya hari kiamat tersebut. Padahal sebelum 2012, banyak sekali film yang mengangkat tema serupa seperti Knowing, The Day After Tomorrow, Armageddon, dll tetapi nyatanya film tersebut tidak diharamkan.
Lalu yang kedua, mungkin kita menganggap film tersebut murni sebagai hiburan semata, tetapi kita juga tidak bisa memungkiri bahwa masih banyak orang di luar sana yang mempercayai bahwa kiamat akan datang di tahun 2012 setelah menonton film tersebut, maka mungkin film itu dianggap dapat meresahkan masyarakat.

Pada akhirnya semua kembali lagi pada diri kita masing-masing apakah niat kita menonton film itu hanya untuk hiburan atau untuk mempercayainya, saya disini tidak bermaksud untuk menentang MUI ataupun siapa saja yang mengharamkan film tersebut, saya hanya ingin mengeluarkan beberapa pandangan saja mengenai fenomena film 2012 ini. Hey, it's just only another disaster movie right ? Intinya jika film ini dirasa dapat memberi efek positif bagi kita maka tontonlah, jika sebaliknya ya jangan ditonton. Gampang kan ?

Pentingnya Membaca

Senin, 09 November 2009

Setiap orang pasti suka membaca, medianya pun dapat bermacam-macam seperti buku, majalah, koran, atau bahkan bacaan yang berasal dari internet sekalipun (e-book, artikel, dll). Mengapa kita suka membaca? Menurut saya, itu terjadi karena sifat dasar manusia yang selalu ingin tahu tentang segala sesuatu yang belum mereka ketahui sebelumnya, ditambah lagi, manusia selalu haus akan ilmu dan pengetahuan. Dengan cara membaca itulah kita dapat mendapat pengetahuan tentang hal-hal yang tidak kita ketahui sebelumnya, maka tak heran jika ada istilah "buku jendela dunia".

Biasanya orang tua selalu menyuruh kita untuk membaca bacaan yang bermanfaat seperti buku pelajaran, biografi, dan lain-lain yang bersifat edukatif, Sedangkan bacaan yang bersifat hiburan seperti komik, novel, dan majalah terkadang mereka anggap sebagai bacaan yang "kurang mendidik". Tak jarang ada orangtua yang melarang anaknya membaca buku seperti itu dengan alasan kurang memberikan manfaat bagi anak-anaknya.

Saya kurang setuju dengan anggapan tersebut, karena semua bacaan pada hakikatnya pastilah memiliki manfaat walaupun kadarnya tak sama, bahkan komik, novel, dan majalah pun ternyata bisa bermanfaat jika kita lihat dari sudut pandang berbeda. Misalkan dengan membaca komik berbahasa asing, secara tidak langsung kita akan mempelajari bahasa asing dalam komik tersebut yang lalu akan berguna bagi kita dikemudian hari, bahkan dari segi cerita pun kita dapat memetik hal-hal baru yang belum tentu kita dapatkan di buku pelajaran. Ada beberapa komik yang secara tersurat mengajarkan tentang arti persahabatan dan makna kehidupan, walaupun ceritanya dikemas secara ringan atau terkadang malah terkesan komedi, tetapi pesan moral yang terdapat dalam komik tersebut sangat sarat makna. Dalam majalah pun terkadang banyak terkandung hal-hal baru yang dapat kita jadikan sebagai acuan dalam hidup kita seperti kisah-kisah orang sukses atau kisah-kisah perjuangan kehidupan yang dapat menjadi inspirasi bagi kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini.

Mulai dari sekarang marilah kita mulai budayakan membaca sejak dini. Bacalah berbagai jenis bacaan, jangan hanya terpaku dengan satu jenis bacaan, karena dengan begitu wawasan kita akan hal-hal yang baru dapat bertambah, dan pola berpikir kita pun akan menjadi lebih "terbuka" dari sebelumnya. Trust me, it works !

Bakat dan Potensi

Senin, 02 November 2009

Percaya kan kalau kita semua dianugerahi bakat dan potensi yang berbeda-beda oleh Tuhan? baik itu bakat dalam bidang seni, olahraga, politik, dll. Pertama-tama kita harus mengetahui dulu apa itu bakat. Bakat adalah suatu kemampuan yang telah kita miliki sejak lahir, sedangkan potensi adalah kemampuan kita untuk melakukan sesuatu atau istilahnya "bakat yang terpendam". Suatu potensi, jika terus dilatih, maka akan menghasilkan bakat-bakat lain, yang bahkan kamu sendiri pun tidak tahu sebelumnya jika kamu mempunyai potensi tersebut. Terkadang banyak dari kita yang tidak menyadari potensi apa yang kita miliki sehingga pada akhirnya potensi ada dalam diri kita tersebut "mati" karena tidak sering dilatih, ibarat kata jika pisau makin sering diasah maka makin tajam. begitu pula dengan potensi. :D

Lalu bagaimana dengan bakat? saya adalah tipe orang yang tidak terlalu percaya dengan teori "bakat turunan". misalnya jika kamu menguasai bidang tertentu,orang pasti menganggap hal itu terjadi karena orangtua kamu dulunya juga menguasai bidang tersebut sehingga bakatnya diturunkan ke generasi berikutnya yaitu kamu. Padahal sih menurut saya tidak selalu seperti itu (walaupun saya sendiri mengalaminya :D) itu terjadi karena kamu memaksimalkan potensi yang ada pada dirimu. sehingga jadilah bakat itu.. jika sekarang saya dapat bermain musik (meski tidak ahli) itu bukan berarti karena ada bakat turunan dari orangtua, tetapi itu karena keinginan diri sendiri yang ditunjang dengan potensi dan bakat yang kita miliki. Jadi, mulai dari sekarang marilah kita gali bakat dan potensi yang kita miliki dan asahlah kedua hal itu sehingga suatu saat apa yang kamu miliki tersebut dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain.


Dominasi Wajah Asing pada Dunia Entertainment di Indonesia

Senin, 26 Oktober 2009

Indonesia, surga bagi mereka yang memiliki wajah blasteran alias keturunan “bule” untuk mencoba yang peruntungannya di dunia hiburan. Rasanya kalimat tersebut tidak berlebihan mengingat beberapa tahun belakangan banyak sekali wajah-wajah indo bertebaran menghiasi berbagai media hiburan di Negeri ini, khususnya dalam bidang akting, presenting, dan iklan. Banyak sekali film, sinetron, maupun iklan produksi tanah air yang rata-rata pemainnya berwajah blasteran, malah ada juga beberapa stasiun televisi yang menghadirkan bule “asli” sebagai pemandu acaranya karena mereka dianggap lebih “menjual”. hal ini menunjukkan bahwa sepertinya saat ini dunia hiburan tidak lengkap rasanya jika para pelakonnya tidak ada yang berwajah indo, tapi rata-rata kebanyakan dari mereka hanya mengandalkan penampilan semata, tanpa ditunjang dengan kualitas yang mumpuni, bagaimana mungkin dengan logat Bahasa Indonesia yang belum fasih saja mereka dapat dengan mudah mendapatkan peran dalam sebuah film atau sinetron? Sedangkan warga pribuminya saja yang tentunya sudah lancar berbahasa Indonesia terkadang harus menerima penolakan berulang kali dalam mengikuti sebuah casting hanya demi mendapat sebuah peran hanya karena mereka tidak memiliki wajah dan fisik layaknya “bule”. Sungguh kenyataan yang sangat ironis sekali bukan? Padahal dulu wajah-wajah pribumilah yang mendominasi dunia hiburan tanah air. Namun , seiring berjalannya waktu dan masuknya pengaruh westernisasi ke Indonesia membuat semua hal ini terjadi. Terkadang saya merasa salut pada Negara-negara seperti Jepang, Cina, dan Korea yang begitu bangga akan wajah aslinya, jarang kan kita lihat serial televisi maupun film dari Negara tersebut yang berwajah asing? Kalaupun ada paling hanya sedikit sekali. Itu bukti bahwa mereka sangat menghargai budaya bangsa sendiri, sangat kontras dengan Negara kita yang cenderung memandang orang-orang asing sebagai warga “kelas satu”.

Sudah saatnya kita lebih menghargai "aset" yang dimiliki oleh bangsa kita, berikanlah kesempatan pada wajah-wajah “asli Indonesia” untuk dapat meraih apa yang mereka inginkan, kualitas mereka pun tak kalah baik kok dengan para wajah blasteran ini. Bukan berarti saya anti terhadap “bule-bule” tersebut, sebetulnya banyak juga dari mereka yang berbakat dan berkualitas baik. Hanya saja jangan sampai tercipta opini publik bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang kurang menghargai budayanya sendiri gara-gara terlalu banyaknya wajah asing yang mendominasi layar kaca. Mari kita tunjukkan identitas kita sebagai bangsa yang menghargai budayanya sendiri dengan cara lebih mengutamakan "produk lokal" ketimbang "produk impor".




Film di Indonesia

Rabu, 19 Agustus 2009

Suka pada nonton film Indonesia gak? Kalau suka, coba deh perhatiin akhir2 ini hampir semua genre film di Indonesia baik itu horor, komedi, atau drama pasti ada aja adegan yang sering kita sebut "adegan syur" atau vulgar tepatnya, baik dalam bentuk kontak fisik maupun verbal (perkataan). Apakah ini semacam trend, dimana (hampir)setiap film selalu saja terdapat adegan tak senonoh tersebut? Atau para sutradara ingin mengulangi masa2 kejayaan di tahun 80-90an dimana pada saat itu sedang hot2nya film2 panas dengan artisnya yang pada era itu disebut sebagai bomsex?

Jujur, pasti kalian semua menikmati kan film dengan dibumbui adegan vulgar tersebut? Ayo ngaku! (termasuk saya hahaha) jawabannya pasti iya! Tapi.... Jika kita terus-menerus disuguhi film yang seperti itu, bisa rusak moral bangsa kita ini ! Alasan yg biasa mereka gunakan klise "ingin menggambarkan realita yang ada di Indonesia dan menyampaikan pesan moral". Tetapi pertanyaanya adalah haruskah realita itu ditampilkan sedemikian rupa dalam sebuah karya seni hingga pada akhirnya mengundang kontroversi dari berbagai pihak? Haruskah menampilkan adegan2 yang tidak sesuai dengan adat ketimuran kita??
Itu yang seharusnya ada di benak mereka... Sutradara yang kreatif pastilah akan menyiasati setiap adegan dengan baik tanpa harus menampilkan hal yang vulgar pada sebuah film dan menyampaikan pesan moral dengan cara yang cerdas, walaupun itu adalah cerita tentang realita dunia hitam yang ada di Indonesia. Menurut saya jika ada sutradara seperti itu, itulah baru bisa disebut kebangkitan film Indonesia...

Yang pasti, intinya adalah bangsa kita ini belum siap dengan pengaruh westernisasi yang ada di dalam film2, kita harus tetap menjunjung tinggi adat ketimuran kita, jangan sampai tercemar oleh budaya barat yang buruknya... Biarlah film2 barat menampilkan adegan seperti itu di film karena itu sesuai dengan budaya mereka. Tetapi jangan di film Indonesia! Kita tidak mau lagi dirusak moralnya oleh hal2 busuk semacam itu!

Maju terus perfilman Indonesia!

Judging Somebody

Kamis, 16 Juli 2009

"Don't Belittles Somebody by its Appearance"

Mungkin kalian semua belum pernah mendengar sebelumnya peribahasa yang saya buat sendiri ini hehe.. Artinya sederhana, "Jangan meremehkan seseorang hanya dari penampilannya". Ya, itulah yang kita kadang2 selalu kita lakukan, meremehkan seseorang hanya melihat penampilan luarnya saja tanpa melihat potensi yang ada dalam diri mereka, padahal belum tentu kita sendiri lebih baik dari mereka yang selalu kita anggap sebelah mata.

Banyak contoh dalam kehidupan sehari-hari kita yang berkaitan dengan peribahasa diatas, misalkan saja ada seorang anak di sebuah sekolah yang penampilannya tampak "berbeda" dari anak yang lainnya, kemudian karena suatu hal tersebut kita jadi memandang mereka sebagai orang yang aneh atau sebangsanya dan pasti yang ada di benak kita adalah "ah, bisa apa sih dia!" atau "ah, orang aneh kayak dia mana bisa sih!" padahal belum tentu lho apa yang kita pikirkan selalu sama dengan kenyataannya. Bisa jadi orang tersebut berpenampilan beda hanya karena ingin menampilkan dirinya yang sesungguhnya dalam artian bebas berekspresi tanpa mengikuti trend-trend yang ada. Mungkin malah dia pintar dalam bidang sains seperti fisika, matematika, atau malah olahraga seperti basket ataupun sepakbola dan itu sama sekali tidah terlihat dari penampilan luarnya! Sebenarnya masih banyak contoh lain dalam hal seperti ini bahkan dalam dunia entertainment pun seringkali terjadi seperti sebuah band (yang tidak perlu disebutkan namanya). ketika pertama kali muncul pasti orang-orang berpikir negatif dari berbagai sisi tentang band ini hanya karena penampilan mereka yang terkesan (maaf) ndeso, atau bahkan agak kampungan. Tetapi setelah mendengar musiknya, hampir semua orang menyukainya kan? Bahkan mereka yang tadinya menghujat pun pada akhirnya menyukai musik2 mereka. Itu membuktikan bahwa penampilan luar tidak lah terlalu penting dibandingkan apa yang ada didalam diri mereka.

Maka dari itu teman, mulai dari sekarang marilah kita semua (termasuk saya) untuk tidak menilai seseorang hanya dari penampilan luar semata, lihatlah mereka dari berbagai sisi karena siapa tahu ternyata mereka memiliki bakat dan potensi melebihi kita ibarat peribahasa yang sudah umum digunakan "Don't Judge a Book by its Cover" alias Jangan menilai buku dari sampulnya saja.Karena penampilan hanyalah sebagai aspek penunjang saja, tetapi bakat dan potensi adalah hal yang terpenting sesungguhnya. Believe it !

Hidup Adalah Pilihan

Senin, 06 Juli 2009

Hidup adalah pilihan. Mengapa saya berkata demikian? Karena pada dasarnya di dalam jiwa kita terdapat dua hal yang saling berlawanan satu sama lain yakni sifat terpuji dan sifat tidak terpuji. Kedua sifat inilah yang harus dan akan kita pilih dalam menjalani kehidupan, apakah kita akan memilih kehidupan dengan jalan yang baik atau malah sebaliknya malah cenderung ke arah tidak baik? Itulah tantangannya, bagaimana agar kita bisa hidup di jalan yang benar tanpa melakukan hal-hal yang dilarang, baik itu yang dilarang oleh agama maupun hukum. Tentunya hal tersebut tidaklah mudah karena kita sebagai manusia mempunyai kecenderungan untuk melakukan sifat-sifat yang tidak terpuji seperti berbohong, melawan orang tua, mencuri, dan lain-lain.


Kecenderungan manusia untuk berbuat tidak terpuji tidak lain karena manusia adalah makhluk yang dianugerahi akal, pikiran, perasaan, dan hawa nafsu sehingga membuat kita terkadang ingin melakukan hal-hal diluar batas kewajaran seperti telah disebutkan diatas. Jadi, bagaimana caranya agar kita dapat dijauhkan dari hal-hal yang seperti itu? Yang terpenting ialah bagaimana kita bisa meminimalisir perbuatan tidak terpuji tersebut dengan cara lebih sering lagi melakukan introspeksi diri terhadap apa yang telah kita lakukan sebelumnya dan lebih banyak lagi melakukan perbuatan baik dalam berbagai cara yang tentunya anda sendiri pun tahu apa yang harus diperbuat. Karena saya yakin tidak ada manusia yang diciptakan sempurna, tetapi banyak cara untuk membuatnya menjadi lebih baik. Dan satu lagi yang tidak kalah penting yaitu Berdoa dan meminta petunjuk kepada-Nya agar selalu dibukakan jalan kebenaran supaya kita tidak tersesat di jalan kemaksiatan.

Semoga tulisan amatir ini dapat menjadi pelajaran bagi saya, anda, dan kita semua mengenai bagaimana kita menjalani hidup hehe... Bagi yang tidak sependapat dengan saya pun tak apa, itu adalah pilihan mereka. Mengapa? Karena hidup adalah untuk memilih! :D

Reality Show di Indonesia

Rabu, 01 Juli 2009

Di zaman sekarang ini, khususnya di indonesia banyak sekali tayangan televisi yang berlabel "reality show". Tayangan tersebut ternyata sangat digemari oleh berbagai kalangan, khususnya remaja dan ibu-ibu hehe... Tetapi tidak banyak yang tahu jika sebenarnya tayangan berkedok "reality show" tersebut kebanyakan adalah menggunakan script dan dibuat seolah olah hal tersebut nyata, padahal kenyataanya sama saja seperti sinetron ! Hanya saja reality show menggunakan pemeran yang non artis agar penonton bisa lebih jelas membedakannya.

Yang saya tidak habis pikir, mengapa tayangan-tayangan tersebut berani memakai label reality show padahal sebenarnya yang terjadi di situ semua hanyalah sebuah akting belaka, bukankah lebih tepat jika dikatakan sebagai drama reality? Mungkin awalnya banyak yang tidak menyadari bahwa tayangan tersebut adalah sebuah drama karena akting para pemain ditambah lagi cameo yang ada didalamnya meyakinkan sekali, tapi lama-lama penonton pun akhirnya sadar bahwa apa yang mereka saksikan hanyalah akting belaka. Banyak sekali bukti yang beredar bahwa tayangan tersebut bukanlah sebuah reality show misalkan saja ada salah seorang teman saya yang ditawari untuk bermain di tayangan itu (dengan bayaran tentunya) untuk menjadi tokoh utama dalam tayangan reality tersebut. Atau yang lebih gampang lagi, pada awal/akhir tayangan biasanya ada tulisan TAYANGAN INI TELAH MENDAPAT PERSETUJUAN DARI BERBAGAI PIHAK YANG TERLIBAT.

Sebenarnya apa yang terjadi disini? Apakah mereka sudah kehabisan ide sampai-sampai menyuguhkan sesuatu yang dianggap "realita" itu ternyata hanyalah sebuah akting semata??? Nah, menurut saya tayangan seperti inilah yang membodohi masyarakat kita, sesuatu yang tidak terjadi tetapi dibuat seolah olah ada, padahal dalam kenyataanya pun belum tentu seperti itu. Seharusnya KPI lebih concern terhadap hal-hal semacam ini bukan kerjaannya hanya menegur salah satu talkshow saja sampai 3 kali berturut-turut ( tau kan apa talkshow yang dimaksud?) bukan salah masyarakat jika mereka menyukai hal-hal semacam ini, karena mereka hanya bisa menerima apa yang ada di dalam televisi dan tidak bisa memilih dalam artian sesuka hati mengatur acara kesukaan sendiri.

Memang tidak semua reality show seperti itu, ada juga reality show yang benar-benar menunjukkan realita yang ada dalam kehidupan kita ini (kalian juga pasti tahu lah) itulah yang bisa disebut reality show sesungguhnya dan itu lebih mendidik. setidaknya, kita bisa belajar menghargai apa arti hidup dan lebih mensyukuri apa yang kita punya sekarang...

Semoga saja untuk kedepannya tidak ada lagi acara-acara yang bersifat pembodohan seperti itu lagi di Indonesia, kalaupun ada ya minimal jangan diberi label reality show lah, tetapi reality drama. kalau begini terus apa perlu dibuat sebuah reality show tentang realita yang ada di dunia pertelevisian seperti acara berkedok "reality show" diatas? Pasti seru tuh! Hahaha

Panasonic Awards 2009

Kamis, 02 April 2009

Berikut daftar pemenang Panasonic Awards 2009:

Nominasi Kategori Individu 2009

Aktor Terfavorit :
1. Teuku Wisnu (Pemenang)
2. Rezky Aditya
3. Dude Herlino
4. Christian Sugiono
5. Adly Fairuz

Aktris Terfavorit:
1. Shireen Sungkar (pemenang)
2. Chelsea Olivia Wijaya
3. Alyssa Soebandono
4. Naysila Mirdad
5. Luna Maya

Kuis/Game Show Presenter Terfavorit:
1. Tantowi Yahya (pemenang)
2. Helmi Yahya
3. Irgi Ahmad Fahrezi
4. Farhan
5. Eko Patrio

Infotainment Presenter Terfavorit:
1. Cut Tari(pemenang)
2. Feni Rose
3. Tessa Kaunang
4. Irfan Hakim
5. Ruben Onsu

Music/Variety Show Presenter Terfavorit:
1. Olga(Pemenang)
2. Luna Maya
3. Raffi Ahmad
4. Andhara Early
5. Ruben Onsu

Presenter Berita / Current Affairs Terfavorit:
1. Rosiana Silalahi
2. Bayu Sutiyono
3. Putra Nababan (Pemenang)
4. Chantal Della Concheta
5. Arif Suditomo

Pelawak Terfavorit:
1. Tukul
2. Eko Patrio
3. Olga (pemenang)
4. Komeng
5. Aming

Presenter Olahraga Terfavorit:
1. Darius Sinathriya (pemenang)
2. Dona Agnesia
3. Terry Putri
4. Dik Doang
5. Deasy Novianti

Reality Show Presenter Terfavorit:
1. Mandala
2. Panda
3. Ratna Listy
4. Uya Kuya
5. Ruben Onsu (pemenang)

Presenter Talkshow Terfavorit:
1. Dorce Gamalama
2. Tukul (pemenang)
3. Andy F. Noya
4. Indy Barends
5. Indra Bekti

Nominasi Kategori Program/Acara 2009

Program Drama Seri Terfavorit:
1. Cinta Bunga
2. Azizah
3. Soleha
4. Cinta Fitri Season 3 (pemenang)
5. Cahaya

Program Kuis/Game Show Terfavorit:
1. Maju Terus Pantang Mundur
2. Deal or No Deal Indonesia
3. Hole in The Wall
4. Gong Show (Pemenang)
5. Sing A Song

Program Infotainment Terfavorit:
1. Silet (pemenang)
2. Hot Shot
3. Halo Selebriti
4. Sketsa Selebriti
5. Ada Gosip

Program Music/Variety Show Terfavorit:

1. M. Supermama
2. Stardut
3. Superstar Show
4. Mama Mia (pemenang)
5. Dangdut Mania 2

Program Reality Show Terfavorit:

1. Termehek-Mehek (pemenang)
2. Rapor Idola Cilik
3. Jika Aku Menjadi
4. Happy Family Me VS Mom
5. Jail!

Program News Magazine Terfavorit:
1. KPK (Kumpulan Perkara Korupsi) (pemenang)
2. Jelang
3. SIGI 20 Menit
4. Griya Unik
5. Atas Nama Cinta

Program Komedi/Lawak Terfavorit:
1. Extravaganza (Pemenang)
2. Akhirnya Datang Juga
3. Prime Time!
4. Saatnya Kita Sahur
5. The Coffee Bean Show

Program Talkshow Terfavorit:
1. Debat
2. Topik Minggu Ini
3. Apa Kabarnya Indonesia Malam
4. Kick Andy (pemenang)
5. Cover Story

Program Entertainment Talkshow Terfavorit:
1. Bukan Empat Mata (pemenang)
2. Empat Mata
3. Dorce Show
4. Ceriwis
5. Negeri Impian

Program Olahraga Terfavorit:
1. AFC Asian - RCTI
2. AFC Asian - Global TV
3. Liga Djarum LATV
4. Copa Indo - LATV/TVONE
5. Liga Jarum – ANTV (pemenang)

Program Hiburan Anak-Anak Terfavorit:
1. Idola Seleb
2. Pentas Idola Cilik(pemenang)
3. Menuju Pentas
4. Cabe Rawit
5. Soccer Boys

Program Edutainment Anak-Anak Terfavorit :
1. Laptop Si Unyil
2. Si Bolang Bocah Petualang (pemenang)
3. After School
4. Main Yuk!
5. Surat Sahabat

Program Berita Terfavorit
1. Seputar Indonesia(pemenang)
2. Berita Global
3. Headline News
4. Sidik Kasus
5. Kabar Petang
6. Liputan Petang
7. Topik Petang
8. Cerita Anak
9. Redaksi Kontroversi

Program Dokumenter Terfavorit<
1. Urban
2. Metro Files
3. Jendela
4. Telusur
5. Potret (pemenang)
6. Mata Rantai
7. Reportase Investigasi
8. Kisah Anak Nusantara


Itulah daftar pemenang dari Panasonic Awards 2009 yang berlangsung pada hari Jumat(27/02) minggu kemarin. biarpun sudah agak telat tapi selamat ya kepada para pemenang... tapi melihat daftar nominasi dan pemenang diatas jadi ingin berkomentar nih.. boleh yaa??? hehe

Yang pertama adalah pengertian Panasonic Awards sendiri yang merupakan ajang penghargaan bagi dunia pertelevisian. Tapi mengapa ada beberapa nominasi yang "jarang" tampil di TV tetapi bisa masuk nominasi??? Contohnya Luna Maya yang mendapat Nominasi Aktris Terbaik. bukankah selama ini Luna Maya dikenal sebagai Aktris Film? apa coba sinetron yang dibintanginya?? kalaupun dia mendapat nominasi lewat perannya di Extravaganza, mengapa pemain extravaganza yang lain tidak masuk nominasi padahal kualitas akting mereka banyak yang jauh lebih baik daripada Luna Maya? seperti Tora Sudiro misalnya untuk kategori Aktor Terbaik?

Lalu yang kedua adalah pemilihan Nominee untuk kategori individu. disini terlihat sekali unsur subjektifnya, maksudnya pemilihan sepertinya dilakukan berdasarkan kuantitas akting mereka, bukan kualitas akting mereka. lihat saja sendiri yang masuk nominasi itu kan artis-artis yang notabene berwajah cantik atau tampan. sinetron yang masuk nominasi juga yang ceritanya pasaran atau jiplakan malah. lagian, kayaknya gak ada lagi yah calon nominasi yang lain (perasaan dari tahun ke tahun itu melulu baik nominee presenter infotainment, presenter olahraga, presenter berita, presenter quiz apalagi!). Semua sepertinya hanya dilihat berdasarkan kepopuleran mereka

Yang ketiga adalah banyaknya program dan individu dari stasiun Televisi tertentu yang mendominasi nominasi di Panasonic awards ini misalnya RCTI, Trans TV, dan SCTV sehingga jelas peluang untuk menang ada pada mereka. kalau begitu ganti saja namanya jadi RCTI atau Trans TV awards saja (SCTV Awards kan sudah ada.) padahal jelas-jelas TV lain juga punya banyak program dan individu yang lebih baik daripada itu.

Sebenarnya masih banyak sih yang mau ditulis, tapi berhubung waktunya mepet jadi seadanya dulu aja hehe... intinya mah ajang penghargaan seperti itu sah-sah aja sih diselenggarakan tiap taunnya di Indonesia, dengan catatan nominasinya harus benar-benar berkualitas dong jangan hanya mengandalkan kuantitas dan popularitas semata... emang sih waktu pidato di Panasonic Awards Tantowi Yahya selaku Ketua Panitia berkata bahwa ajang penghargaan ini masih belum sempurna, tapi ya sampai kapan? masa gak ada niatan untuk memperbaiki hingga ajang ini dapat menjadi ajang perhargaan yang prestisius dan berkualitas kalau dari tahun ke tahun masih seperti itu saja lebih baik dihentikan saja, terus pakai tuh anggarannya buat bantu orang-orang miskin kan lumayan tuh!

Yah semoga saja harapan saya ini bisa terwujudkan, biarpun saya bukan siapa-siapa tetapi saya ingin dunia pertelevisian Indonesia menjadi lebih maju dan berkualitas mengingat di era globalisasi ini jika kita tidak mau berubah pasti kita akan tertinggal, maka dari itu kita harus membenahi kualitas itu dari sekarang sebelum terlambat. siapa tahu jika itu terjadi, bukan tidak mungkin kan banyak artis kita yang bisa go international dikarenakan kualitas akting mereka? Pokoknya maju terus dunia pertelevisian Indonesia !!!!


Sinetron di Indonesia (Part 1)

Sabtu, 28 Februari 2009

Menurut pendapat saya, ada beberapa kritikan nih, buat dunia Persinetronan Indonesia diantaranya adalah :

1. Tayangnya tiap hari alias kejar tayang atau stripping bahasa kerennya.
Bagaimana bisa coba, menghasilkan kualitas sinetron yang baik jika jadwal syutingnya tidak manusiawi seperti itu (seminggu full!). Apakah sekarang yang dipentingkan hanya rating semata, bukan isi dari cerita tersebut??? akting para pemain pun jika sinetronnya ditayangkan setiap hari pasti terasa kurang maksimal karena selalu dikejar oleh waktu. Jadi, kalau bisa sih periode tayangnya normal-normal saja lah. 5 kali seminggu misalnya, atau seminggu sekali juga boleh.

2. Jalan ceritanya berbelit-belit.
Setiap sinetron yang kejar tayang dengan rating yang tinggi pasti ceritanya tidak tamat-tamat alias berbelit-belit karena mungkin para produser melihat rating yang tinggi tersebut pasti sangat menyayangkan jika sinetronnya dihentikan, karena ketika sinetron tersebut dihentikan, otomatis pemasukan mereka juga berhenti hehehe.... tapi jika terlalu lama tayang sih, biasanya seiring dengan bosannya penonton rating sinetron itu akhirnya turun dan THE END.

3. Karakter yang tidak sesuai dengan usia.
Coba kamu lihat deh, di beberapa sinetron ada anak yang usianya masih 13-15 tahun, tetapi sudah berperan jadi orang dewasa yang bekerja atau orang yang sudah menikah. Oh my god! What happen with indonesian sinetron now??? tolong dong usia pemain disesuaikan dengan karakternya di sinetron jadi anak sekolah kek, atau apalah yang sesuai sama umurnya. masa nyari buat peran orang dewasa gitu aja susah sih ??? apa emang gak ada yang sesuai setelah dicasting??? kalau di serial televisi luar negeri malah umur 20-25 perannya masih jadi anak sekolah, tapi masih pantes-pantes aja tuh!

4. Didominasi oleh wajah "asing".
Sekarang ini satu sinetron pasti gak lengkap tanpa kehadiran wajah-wajah bule alias indo alias warga keturunan asing. padahal lihat saja sendiri, di beberapa sinetron cuma beberapa orang saja yang kualitasnya bagus, selebihnya mah cuma jual tampang doang... memasang pemain berwajah bule di sinetron sih gak apa-apa, asal kualitasnya dapat dipertanggungjawabkan, tetapi alangkah baiknya jika kita lebih menghargai dan "memakai" wajah-wajah asli pribumi, mereka juga tidak kalah cantik/ganteng kok dengan orang berwajah indo dan lagi kualitas akting mereka juga baik kok.

bersambung ke part berikutnya yah, soalnya account saya di warnet sudah hampir habis hehehe... see ya !!!

Shout Here !