Salah Jurusan ?

Jumat, 03 September 2010

Setiap manusia, siapapun itu pasti pernah melakukan “kesalahan” baik yang disengaja maupun tidak. Salah satu contohnya adalah kesalahan dalam hal memilih prodi ketika akan menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Masalah-masalah seperti ini terjadi diantaranya adalah karena adanya tekanan dari orang tua yang menghendaki anaknya kuliah di jurusan yang mereka anggap “memiliki masa depan cerah” seperti Kedokteran, Hukum, atau Teknik, ada pula alasan karena si anak tersebut pada awalnya yakin akan jurusan yang dipilihnya, namun seiring berjalannya waktu ternyata apa yang diharapkannya jauh dari kenyataan, seperti mata kuliah yang terlalu sulit lah, suasana belajar yang kurang kondusif lah, dan lain-lain sehingga pada akhirnya merasa seperti terjebak. Hal-hal diatas merupakan apa yang sedang saya alami sekarang, dan mungkin juga dialami oleh sebagian orang yang sedang ataupun telah menempuh studi sebagai mahasiswa. Jika sudah terjadi, rasanya untuk pergi ke kampus saja sudah sangat malas apalagi mempelajari mata kuliahnya, benar kan? Namun saya pun menyadari jika terus-terusan mengikuti ego, bukan untung yang akan didapat, malah jadi buntung. Berikut ini ada sedikit tips bagi yang tidak ingin salah memilih jurusan, maupun yang terlanjur salah memilih jurusan.


Bagi yang masih sekolah dan ingin berkuliah namun masih dibingungkan oleh prodi mana yang akan dipilih, berikut ada tips dari saya sebelum kamu menjadi “salah jurusan” :


1. Kenali Bakat dan Potensimu

Poin ini merupakan yang paling penting, semenjak kamu memasuki jenjang sekolah menengah, kenalilah betul apa yang menjadi bakat dan potensimu. Contohnya jika kamu menyukai bidang sains maka tekunilah betul-betul dan fokuskanlah dirimu pada bidang tersebut sehingga diharapkan hal tersebut akan menjadi bekal bagi kamu untuk memilih jurusan yang sesuai dengan bakat dan potensimu untuk kuliah nanti.


2. Jangan Terpaksa

Terkadang ada orang tua yang menginginkan anaknya untuk masuk fakultas kedokteran namun sang anak kurang berminat dan lebih memilih masuk ke jurusan seni rupa. Tujuan mereka semata-mata tak lain hanya agar kita dapat menjadi orang yang sukses. Tapi, apa daya jika prodi yang ditawarkan sama sekali tidak kita sukai? Jika sudah begini yang harus kita lakukan adalah meyakinkan mereka dengan sungguh-sungguh bahwa kita bisa menjadi apa yang mereka inginkan meskipun dengan cara yang berbeda. Namun kamu pun harus bertanggung jawab atas apa yang telah kaupilih, buatlah mereka bangga dengan keputusanmu yang ternyata dapat mengubah pandangan mereka selama ini.


3. Ikuti Kata Hati, Jangan Ikut-Ikutan !

Terkadang ketika masih sekolah kita cenderung mengikuti teman dalam beberapa hal, jika dia memilih A kamu ikut-ikutan memilih A. Untuk beberapa pertimbangan, hal tersebut masih bisa diterima, namun untuk urusan yang satu ini jangan sekali-kali deh, karena akibatnya akan sangat fatal jika tidak mengetahui konsekuensinya. Ikutilah kata hati, jangan hanya karena ingin selalu bersama kamu harus mengorbankan bakat dan potensimu, jika kalian memiliki kesamaan bidang yang diminati hal ini tidak akan menjadi masalah, namun jika tidak maka ini nanti akan menjadi masalah besar sehingga banyak pihak yang akan dirugikan, termasuk kamu dan orangtuamu sendiri.


4. Berdoa

Poin ini pun tak kalah penting, ketika kita dihadapkan pada suatu persoalan yang dilematis, berdoa meminta petunjuk-Nya merupakan pilihan yang sangat tepat, bagi yang beragama Islam mungkin bisa melakukan Shalat Istikharah agar dapat ditunjukkan jalan yang terbaik dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Karena jika kita berusaha tanpa berdoa sama saja bohong, begitu pun sebaliknya.


Jika sudah terlanjur salah jurusan, mungkin tips ini bisa sedikit membantu :


1. Pindah Jurusan

Pindah jurusan hanya disarankan bagi yang kamu belum terlalu “terlambat” menyadari bahwa kamu ternyata salah jurusan, misalnya semester I dan II dengan pertimbangan belum setengahnya menempuh pendidikan, sehingga jika lulus nanti waktunya tidak akan terlalu lama (paling lama 5 tahun). jika lewat dari itu apa boleh buat, terima saja kenyataan yang ada dan berusahalah untuk menyukai jurusan yang sebetulnya kamu tidak suka itu. Just enjoy it !


2. Gali Bakat “Cadangan”

Walaupun sudah berusaha untuk menyukainya namun tetap tidak membuahkan hasil, carilah hal-hal lain yang benar-benar disukai dan tidak terdapat di jurusan, contohnya kamu menyukai seni lukis, pelajari dan tekunilah berbagai macam teknik melukis tersebut. Jika perlu bertemanlah dengan mereka-mereka yang berkuliah di jurusan seni, paling tidak kamu juga sedikit demi sedikit dapat menyerap ilmu yang mereka kuasai, lalu kemudian ilmu tersebut dapat diterapkan pada lukisanmu sehingga pada akhirnya bisa menjadi modal cadangan kamu untuk menentukan masa depan setelah lulus nanti selain ilmu yang didapat dari jurusan sekarang.


3. You’re Not Alone, Look Around You !

Cobalah lihat teman-temanmu yang terlihat bersemangat dalam menjalani perkuliahan, apakah kamu yakin bahwa mereka semua benar-benar telah memilih jurusan sesuai dengan yang mereka inginkan ? mungkin ada yang menjawab tidak, beberapa dari mereka ternyata merasa salah jurusan namun tetap bertahan dan berjuang walaupun dirasa sulit. Nah, jadikanlah itu sebagai cambuk untukmu agar bisa menjadi seperti mereka, setidaknya bukan hanya kamu seorang yang merasa “terjebak” di jurusan yang salah, jika mereka bisa sesemangat itu, kenapa kita tidak?


4. Mengundurkan Diri

Jika cara-cara diatas sudah tidak mampu lagi mengatasi permasalahan yang ada, maka pilihan terakhir adalah mengundurkan diri menjadi mahasiswa alias keluar dari perguruan tinggi tempat kita menempuh pendidikan selama ini. setelah “drop-out”, mungkin kita bisa membuka usaha sendiri dari ilmu yang telah dipelajari ketika masih menjadi mahasiswa, atau langsung saja mencari pekerjaan yang sesuai minat dan bakat. Namun resiko memilih poin ini sangatlah tinggi, karena selain mengecewakan orang tua yang telah membiayai kita selama ini, jika setelah kita keluar masih tetap begitu-begitu saja dalam artian tidak lebih baik dari sebelum menjadi mahasiswa, jangan menyesal karena kamu sendiri yang telah memilih keputusan ini. maka dari itu pilihan ini saya tidak sarankan bagi yang memang dirasa masih bisa bertahan di jurusannya.


Bagaimana, apa cukup membantu ? Semoga saja tips ini dapat membantu mereka yang merasa pilihannya salah selama ini, karena saya sendiri pun masih kuliah dan terus belajar untuk “mencintai” jurusan yang sedang ditempuh sekarang, sambil mempraktekkan poin no 2 dan 3 (karena poin no 1 sudah terlambat), dan semoga saja poin no 4 tidak sampai menjadi pilihan. Yang terpenting sekarang ialah jalankan saja semua ini dengan ikhlas, karena kuliah hanyalah merupakan salah satu fase kehidupan yang harus kita jalani, masih banyak fase-fase lain yang harus kita hadapi di masa yang akan datang dan mungkin akan lebih sulit. Semoga saja “kesalahan” yang saya alami ini dapat dijadikan pelajaran berharga untuk membuat hidup ini menjadi lebih baik, Amin.




3 komentar:

novalentino94 mengatakan...

masalah gue skrg banget :( thx bgt yaaa udh nulis artikelny gan

Fariz mengatakan...

sama-sama, semoga dapat membantu :)

Wahyu Wijanarko mengatakan...

itu masalah gwe dulu,,,skrng gwe dah lulus walaupun harus 7 tahun lamanya..

dan pernah mencoba bekerja dengan latar belakang pendidikan salah jurusan tersebut tetapi trus trusan resign dari kerjaan..lelah rasanya hidup terbelenggu oleh kesalahan pengambilan keputusan dahulu..

Posting Komentar

Shout Here !